Elegi Dusta…

By: Alberto Manihuruk
11/04/2008
Wahai penguasa alam cinta
Indahnya dikau bernyanyi
Bersyaur ditengah kegundahanku bertanya
Siapa dirinya sebenarnya?!
Aku tidak inginkan lagi untaian kata indah
Membungkus kesadaranku
Karena aku bukanlah sang nabi
Yang hidup berlimpahan makna
Aku nyaris muak dengan syair mu
Aku nyaris buta karena makna mu
Tolong aku…
Hentikan kata… kata itu
Karena manisnya menjadi sumbang di telinga ku
Bukannya aku ingin lari dari kesempurnaan ini
Aku hanya ingin tetep hidup dalam kenyataan
Menghempaskan elegi dusta yang telah menikam ku
Aku tidak ingin sekarat
Mati
Lalu terkubur dan usai
Maaf…

By: Alberto Manihuruk
11/04/2008
Bukannya aku enggan tuk melepaskan kata maaf bagimu
Aku adalah manusia dan kau mengerti itu
Lantas untuk apa lagi dirimu harus memohonnya…
Kegetiran rasa yang berkecamuk didadaku
Adalah sebuah tuaian akibat laku mu
Maaf… dan sekali lagi maaf…
Saat kata-kata itu dengan mudahnya terucap…
Maaf…
Aku tidak mau mati untuk memaafkanmu
Maaf…
Aku tidak ingin musnah akibat kemurahanku
Dan sekali lagi hanya maaf…
Mungkin aku hanya dapat berkata…
Biarlah semua berlalu
Dan maaf itu sendiri yang akan memaafkan mu
Entah kenapa?!
Hanya maaf itu yang memahaminya…
Malam Ini… Aku Berjanji…

By: Alberto Manihuruk
11/04/2008
Malam ini…
Bagiku bayangan dirimu adalah suatu kehampaan abadi
Entah mengapa…
Indahnya lidah-lidah api yang menghiasi malam ini
tidak lagi mampu untuk memaafkan dirimu
Aku berjanji…
Malam ini tidak akan ada hakim
Yang akan menjatuhkan vonis atau mendakwamu
Kau bebas membela diri sesuka hatimu…
Dan terbanglah bersama hembusan angin


