Marah, Marah-marah dan Kemarahan

April 9, 2008 at 5:40 pm (tHe Motivation's...)

Bambang Syumanjaya - Enter-Trainer, Family Consultant
By: Family-Discovery.com
From: Family-Discovery.com

Masalah-masalah dalam keluarga akhir-akhir ini, banyak orang merasa dirinya sering marah, suka marah-marah dan banyak yang sudah dikuasai kemarahan. Mereka bingung bagaimana mengontrol atau mengelola kemarahannya.

Marah adalah respon emosi yang wajar dari setiap manusia ketika merasakan bahaya atau kesakitan yang mengancam, marah adalah pola perilaku manusia yangdapat berarti “ hentikan perilakumu segera, karena hal itu melukai atau mengancam saya, kalau tidak maka saya akan berespon negatif atau tidak mengenakkan padamu”. Karena kita mahluk ciptaan yang unik maka kita dapat berespon marah secara langsung akibat tindakan atau perkataan seseorang yang berada di hadapan kita, atau kita dapat bersikap marah akibat imajinasi kita walaupun ancaman itu hanya ada di pikiran kita.

Kita juga dapat marah yang empati sifatnya, seperti kita marah ketika seseorang diperlakukan tidak adil oleh seseorang. Karena marah adalah respon yang wajar akibat konflik secara fisik, ketidak adilan, diabaikan, dipermalukan, dihianati.

Faktor yang dapat mempengaruhi kemarahan dan peningkatannya adalah kelelahan, kelaparan, kesakitan, penderitaan, frustasi, stres, baru sembuh dari sakit, pubertas, akibat penggunaan obat, perubahan hormonal, menopause ataupun Psychological disorder (seperti; menarik diri, bipolar disorder, borderline personality disorder).

Jenis-jenis Marah

Marah dapat diklasifikasi dalam dua jenis yaitu:

Kemarahan Pasif (Passive Anger); biasanya diekspresikan dengan tindakan merahasiakannya, gosip, menghindari eye contact, komplain dibelkang, abstain, menghindari konflik.

Kemarahan Agresif (Aggressive Anger); biasanya diekspresikan dengan tindakan mengancam, menunjuk, membanting pintu, membunyikan klakson panjang, verbal abuse, mengabaikan orang, me-label orang, tindakan destruktif, alcohol abuse, bullying, menyalahkan orang, menghukum, memukul.

4 Fakta Tentang Marah

Kebanyakan marah memang tidak baik bagi kita, mengurangi rasa hormat kita pada diri kita, merusak hubungan (orang lain tidak menghormati kita), bahkan dapat menimbulkan penyakit. Mari kita kenali empat fakta tentang marah sebagai berikut:

1.Marah dapat membuat kita buta
Ketika kita sedang marah kita tidak bisa lagi mengenali yang mana yang benar mana yang salah, siapa yang salah atau siapa yang benar? Ketika marah, kita cenderung menyalahkan orang, kita cenderung merasa selalu benar. Hal itulah yang menyebabkan marah dapat membuat kita “buta”.

2.Marah akan ber-eskalasi
Marah yang dibiarkan menguasai diri kita akan terus meningkat (ter-eskalasi); mulai dari marah, kemudian berlanjut marah-marah, lalu meningkat pada tindakan saling menyakiti hingga akhirnya melakukan tindakan kekerasan. Marah sangat berbahaya karena dapat dengan mudah meningkat dari sikap menjadi tindakan.

3.Marah itu menyakitkan
Marah adalah reaksi dari kesakitan, lalu sikap marah kita akan menimbulkan rasa sakit yang baru – Kita merasa marah karena dikecewakan atau disakiti, lalu kita meresponi dengan marah, marah-marah hingga kemarahan tersebut tentunya akan menimbulkan rasa sakit pada orang yang kita marahi.

4.Marah itu menutupi pesan yang sebenarnya
Marah marah akan membuat kita tidak bisa berpikir jernih sehingga kita tidak bisa lagi menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan bahkan sikap marah kita akan menutupi semua maksud sebenarnya.

5 Efek dari Kemarahan

Merusak Tubuh – Marah dapat menimbulkan tekanan (pressure dan stres), tubuh bergetar, jantung berdegup keras, wajah yang memerah, tidak dapat tidur – yang semuanya akan berdampak bagi kesehatan kita.

Mempengaruhi perasaan kita – Marah dapat membuat kita merasa tidak nyaman, terabaikan, bingung, frustasi, terluka, atau merasa disisihkan. Marah dapat membuat kita sedih dan putus asa, dan marah yang sama juga akan membuat orang yang kita marahi kecewa, frustasi atau putus asa.

Mempengaruhi Perilaku – Marah akan mempengaruhi perilaku kita menjadi tidak terkontrol, kita akan dapat berteriak, mudah menuntut orang lain berubah, mengajak bertengkar, hingga pada tindakan fisik seperti meninju.

Mempengaruhi Pikiran – Marah akan mempengaruhi pikiran kita atau orang yang kita marahi, pikiran yang dapat timbul seperti menyalahkan diri sendiri, membuat kita berpikir sempit dan tidak jernih.

Mempengaruhi Hubungan – Marah akan mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain; orang lain akan menjaga jarak, menolak kita, komplain tentang kita.

Solution Tips:

Apabila kita sudah belajar tentang marah, jenis dan dampaknya maka dalam tips kali ini kita akan membahas tentang bagimana kita mengelola kemarahan kita (how to deal with your anger), kita harus mengontrol emosi kita dan sekaligus menyalurkan emosi kita dengan cara yang benar, mari ikuti tips sebagai berikut:

Kenalilah kemarahan kita sedini mungkin; Semakin dini kita mengenali penyebab-penyebab kemarahan semakin baik kita dapat mengelolanya. Kenalilah kemarahan sebelum kemarahan itu meledak dan merusak.

Putuskan apa yang harus dilakukan ketika marah; Ketika sedang marah meledak adalah waktu yang sulit untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Pikirkan jauh-jauh hari sebelumnya; misal kalau kita sudah kenali cara menenangkan kita jauh-jauh hari sebelum marah yaitu dengan keluar dari lingkungan penyebab kemarahan – mandi, minum air dingin. Maka siapkan diri kita ketika kita marah segera putuskan apa yang harus dilakukan, jangan menunda atau melampiaskan kemarahan kita.

Tenangkan diri kita; lakukan hal-hal apa yang dapat menenangkan diri kita sesuai yang telah diputuskan sebelumnya. Lakukan secepatnya sebelum kemarahan itu meningkat dan menguasai kita, jangan pernah mendisplin seesorang karena ingin melampiaskan kemarahan.

Secara langsung; sampaikan marah kita pada orangnya dan jelaskan bahwa kita marah karena perbuatan bukan pada pribadinya, fokuslah pada hal yang menyebabkan kemarahan kita – jangan melebar pada hal-hal yang lalu atau lainnya yang telah lewat atau tidak berhubungan.

Dengarkan dengan baik; marilah kita belajar mendengarkan apa yang dikatakan atau dijelaskan orang. Ketika marah biasanya semua perkataan orang menjadi negatif, telinga menjadi tertutup. Berlatihlah!

Ampuni; tunjukkan sikap mau memaafkan dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita karena pembalasan adalah haknya Tuhan. Jangan simpan kemarahan kita sampai berlarut-larut, selesaikan secepatnya.

Word of Wisdom

1 x Marah = Sukacita hilang
2 x Marah = Akal Sehat terbang
3 x Marah = Tekanan Darah Melayang
4 x Marah = Teman-teman pulang
5 x Marah = Cepat Tua pun datang
6 x Marah = Pintu Dosa pun terbentang

Tulis sebuah Komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.