Negative Thinking

April 3, 2008 at 6:25 pm (tHe ChrisTian...)

Jesus Christ
By: MisiKasih.com
From: MisiKasih.com

Negative Thinking atau berpikiran negatif adalah cara seseorang memberikan penilaian atau kesimpulan secara bertolak belakang dari kenyataannya. Dalam bertindak orang-orang yang berpikiran negatif umumnya akan mendasarinya pada kecurigaan dan dugaan-dugaan. Suatu ketika ada seseorang yang mengatakan bahwa hamba-hamba Tuhan di HolyPower menghidupi dirinya dari persepuluhan anggotanya. Orang ini belum pernah sekalipun bertemu dengan pengerja di HolyPower. Kami lalu menjelaskan bahwa hal itu sama sekali tidak benar karena HolyPower menanggung 95% dari seluruh biaya operasional secara pribadi tanpa ada dukungan secara finansial oleh organisasi atau gereja manapun, dan sekalipun kami berada dalam keterbatasan, kami tidak pernah membebankannya kepada anggota-anggotanya (tidak ada kewajiban atau keharusan kepada anggotanya untuk membayar pelayanan yang diberikan), itulah keadaan yang sesungguhnya; Akan tetapi orang tsb masih terus memaksakan penilaiannya itu dengan segala argumentasinya dan ingin sekali agar HolyPower membenarkan penilaiannnya itu. Dari contoh ini, kita dapat belajar, betapa orang-orang yang memiliki pikiran negatif cenderung mempersulit keadaan, sulit untuk menerima kebenaran dan akhirnya bagi dirinya sendiri tidak akan pernah menjadi berkat bagi orang lain. Persoalan negative thinking atau berpikiran negatif ini memang sudah ada sejak manusia jatuh dalam dosa; Semasa Yesus masih tinggal bersama-sama manusia, Yesus pernah mendapati murid-murid-Nya pernah berpikiran negatif terhadap seorang perempuan yang mengurapi-Nya dengan minyak wangi yang mahal, dan Yesus memberikan teguran kepada mereka (Matius 26:6-10).

Orang-orang yang berpikiran negatif juga sangat sulit menerima nasehat, apalagi kritik. Bagi orang yang berpikiran negatif, nasehat seringkali dianggap sebagai merendahkan dirinya, sedangkan kritik seringkali dianggap sebagai tuduhan yang mempersalahkannya. Mereka sulit menerima bahwa nasehat itu sesungguhnya adalah sesuatu yang menguntungkan bagi dirinya dan kritik adalah sesuatu yang dapat menjadikan dirinya semakin maju dan berkualitas. Akibatnya orang-orang yang memiliki pikiran negatif ini tidak bisa produktif dan membangun orang lain, bahkan tidak jarang mereka menjadi pendengki dan iri hati.

Menjadi pengikut Kristus justru harus didasari dengan positive thinking atau berpikiran positif. Kita harus belajar untuk mendahulukan penilaian baik terhadap sesuatu dan berusaha untuk beranggapan baik terhadap seseorang. Karena akan sia-sialah hidup kekristenan kita kalau pikiran kita masih selalu negatif dalam menilai segala sesuatunya, karena pikiran yang selalu negatif tidak akan pernah dapat menerima dengan sungguh-sungguh kebenaran yang diajarkan Yesus Kristus, apalagi untuk melakukannya. Pengajaran Kristus adalah pengajaran yang melihat segala sesuatunya dari sisi positif, bagaimana yang lemah dikuatkan, bagaimana yang memusuhi diri kita dikasihi, bagaimana orang yang bersalah diampuni, bagaimana tidak menghakimi orang lain dan mau percaya bahwa penghakiman itu adalah Hak Allah dan seterusnya. Anda bisa bayangkan apabila Yesus memiliki pikiran negatif, maka sudah pasti Yesus tidak akan pernah memberkati hidup kita karena Dia akan curiga jangan-jangan pemberian-Nya akan disalahgunakan. Yesus tidak akan pernah mau menderita dan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, karena curiga jangan-jangan anugerah pengampunan-Nya hanya akan sia-sia, dan seterusnya. Jadi betapa berpikiran negatif itu sangat merugikan siapapun. (RYT).

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23-24)

Maju terus dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati saudara dan seisi rumah, amin.

Sumber : http://www.holypower.net

Tulis sebuah Komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.