Mempersiapkan Jalan Bagi Tuhan

April 3, 2008 at 9:56 pm (tHe Firman...)

GBI Kemah Daud - Medan Plaza
By: Pdt. R. Bambang Jonan
From: Bethanyr4.or.id

“Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” ( Matius 24:32-36)

Injil Matius pasal 24 & 25 adalah dua pasal yang paling penting dalam menghadapi datangnya hari-hari terakhir, sebelum dan setelah kedatangan Tuhan Yesus untuk kali kedua di bumi ini. Dalam kedua pasal ini Tuhan Yesus memberitahukan tanda-tanda kedatanganNya yang kedua dan apa yang akan terjadi setelah itu. KedatanganNya yang pertama sudah digenapi 2.000 tahun yang lalu, dimana Ia lahir sebagai Juruselamat dunia dan saat ini kita semua sedang menantikan kedatanganNya yang kedua dimana Ia akan datang untuk memerintah dunia selama 1.000 tahun sebagai Raja diatas segala raja.

Dalam Alkitab: Pohon ara selalu berbicara tentang Israel sebagai suatu bangsa. Pada tahun 70M, Israel dikalahkan oleh kerajaan Romawi, yang mengakibatkan terpencarnya mereka ke seluruh dunia, dan selama lebih dari 1.875 tahun, Israel tidak memiliki tanah air. Mereka tinggal sebagai orang asing/pendatang di bangsa-bangsa. Baru pada tahun 1948, atas prakarsa dari Inggris Raya, Israel dilahirkan kembali sebagai suatu bangsa dan memperoleh pengakuan dari PBB, sehingga mereka kembali ke tanah perjanjian.

Lahirnya Israel sebagai suatu bangsa telah menggenapi nubuatan Tuhan Yesus mengenai perumpamaan tentang pohon ara. Kita tahu apabila ranting-rantingnya telah melembut dan mulai bertunas, maka waktu kedatanganNya sudah dekat. Lalu apa yang harus dilakukan oleh murid-murid untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua ?

Matius 24:14 adalah jawaban yang paling Alkitabiah, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Pemberitaan Injil Kerajaan adalah panggilan kepada seluruh tubuh Kristus dalam menyambut dan mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, sebagai Raja Damai. Berikut di bawah ini adalah renungan singkat tentang ba-gaimana cara kita sebagai gereja memberitakan Injil Kerajaan pada hari-hari terakhir.

  1. Apa arti dari kata “Injil Kerajaan” ?

Suatu pagi saya datang ke kantor gereja lebih awal dari yang lain. Saat itu belum ada seorang pengerjapun yang tiba, keadaan kantor masih sangat sunyi. Saya mengambil Alkitab dan mulai membaca. Sementara larut dalam pembacaan tersebut, tiba-tiba Roh Kudus bertanya kepada saya: “HambaKu, menurut engkau apa arti dari Injil ?”, tiba-tiba saya teringat ayat dalam Roma 1:16-17 lalu saya menjawab:” Injil adalah rahasia kekuatan Allah yang menyelamatkan orang yang percaya.” . Kemudian Roh Kudus bertanya untuk kedua kalinya: “Sebutan apa yang diberikan oleh Alkitab bagi orang yang memberitakan Injil ?”, kembali saya teringat ayat dalam II Kor 5:18-19 dan menjawab: “Pelayan pendamaian, Tuhan, dan pelayanannya disebut pelayanan pendamaian.” Suara itupun berhenti.

Pagi itu Roh Kudus mengajarkan suatu pengertian yang sangat berharga kepada saya, yaitu bahwa berita Injil adalah berita pendamaian yang menceritakan karya agung Tuhan Yesus. Ia telah memperdamaikan manusia yang berdosa dengan diriNya yang tanpa dosa. Dengan jelas saya melihat bahwa melalui Injil, murid-murid Tuhan Yesus membawa kabar damai kepada dunia. Sebagai orang percaya kitapun disebut murid-murid Yesus, bila kita punya permasalahan yang membuat kita sulit untuk berdamai dengan sesama orang percaya atau sesama hamba Tuhan, dapatkah kita memberitakan Injil yang isinya adalah berita tentang pendamaian ?

Fil 1: 15, “Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang meberitakan-Nya dengan maksud baik (karena kasih).”

Saya berdoa agar kita semua memberitakan Injil bukan karena dengki dan perselisihan, melainkan hanya oleh karena kasih.

  1. Bagaimana cara murid-murid memberitakan Injil ?

Tidak dapat dipungkiri bahwa metode atau cara penginjilan akan selalu mengalami perubahan dari jaman ke jaman sesuai dengan tuntunan yang Tuhan berikan. Alkitab mencatat pada hari-hari terakhir akan muncul nabi-nabi palsu, guru-guru palsu. Siapakah mereka ? Mereka adalah orang–orang yang hidup dalam hawa nafsu dan keserakahan (2Pet2:2-3). Lalu bagaimana cara kita mengenali mereka ? Alkitab dalam Matius 7:20 dengan jelas menyatakan bahwa dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Gereja, saya percaya bahwa pemberitaan Injil yang paling effektif dan sangat Alkitabiah pada hari-hari terakhir adalah pemberitaan Injil melalui cara hidup kita sebagai hamba-hamba Tuhan yang melayani. Apakah cara hidup kita membuahkan buah Roh atau buah yang lain.

Firman Tuhan tidak pernah mencatat bahwa seorang hamba Tuhan akan dikenal melalui karunia-karunia Roh yang ada padanya, melainkan melalui buah Roh yang keluar dari kehidupannya.

Hari-hari ini muncul semacam gerakan yang dilakukan oleh sebagian dari para hamba Tuhan internasional, dimana mereka mulai memisah-misahkan pelayanan menurut karunia-karunia Roh yang ada pada hamba-hamba Tuhan tertentu (sesuai dengan yang ada dalam Efesus pasal 4:11). Mereka mendirikan organisasi Para Rasul, organisasi Para Nabi dan sebagainya.

Alangkah baik dan indah bila orang dapat mengenal kita sebagai seorang hamba Tuhan karena BUAH ROH dan bukan karena KARUNIA ROH.

Mengapa ‘buah’ menjadi begitu penting pada hari-hari terakhir ? Galatia 5:6 “ …….,hanya iman yang bekerja oleh kasih.”

Banyak orang senang mengejar karunia Roh seperti : karunia mujijat untuk mengadakan tanda-tanda ajaib, karunia kesembuhan untuk menyembuhkan banyak orang, mengusir setan dll. Namun tidak banyak yang mau mengejar kehidupan yang mengeluarkan buah Roh. Karunia-karunia Roh tentu baik dan bagus, tetapi kasih adalah buah Roh yang pertama, dan Alkitab mengajarkan bahwa : iman (karunia) hanya akan bekerja oleh karena buah (kasih). Buah akan membawa kita kepada akhir karena karunia akan berhenti, tetapi buah akan tinggal tetap.

Buah dan karunia tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kita boleh punya segala sesuatu tetapi apabila kita tidak memiliki kasih maka semua akan sia-sia. Kita boleh memiliki karunia-karunia Roh yang luar biasa, tetapi tanpa buah Roh, kita adalah gong yang gemerincing.

Jadi mana yang harus kita utamakan, mengejar buah atau mengejar karunia ? Saya percaya bahwa pelayanan pemberitaan Injil melalui pendekatan buah Roh seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikkan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri, adalah metode penginjilan yang paling tepat pada hari-hari terakhir ini, karena tidak ada satu hukumpun yang dapat menentang hal-hal itu.”

  1. Apa yang terjadi bila gereja tidak memberitakan Injil ?

Pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar, bangsa akan bangkit melawan bangsa, perpecahan terjadi dimana-mana, orang hanya akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Ini juga yang sedang melanda gereja Tuhan. Ketika kita melihat semuanya itu terjadi, apa yang harus kita lakukan ? Tidak ada jalan lain kecuali memberitakan kabar baik, yaitu berita Injil.

Wahyu 19:10 “ …..Karena kesaksian Kristus adalah roh nubuat.”

Nubuat adalah karunia Roh Kudus yang diberikan Tuhan untuk gerejaNya. Karunia nubuat adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada masa mendatang. Apabila gereja berhenti memberitakan kabar baik hanya karena alasan adanya masa yang sukar, maka gereja akan kehilangan kemampuan untuk membuka rahasia tentang apa yang akan Tuhan lakukan pada masa-masa yang akan datang. Itu berarti gereja akan berjalan di dalam kegelapan. Jadi, sesuai dengan apa yang Alkitab ajarkan : Baik atau tidak baik waktunya, jangan berhenti menginjil.

Tuhan Yesus memberkati.

Tulis sebuah Komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.