Hujan yang Mendatangkan Berkat

April 3, 2008 at 10:00 pm (tHe Firman...)

GBI Kemah Daud - Medan Plaza

By: Pdt. R. Bambang Jonan
From: Bethanyr4.or.id

Yakobus 5:17-18 “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

Menjelang datangnya hari Tuhan yang besar yang dashyat itu, maka Tuhan akan mengutus kembali nabi Elia. Siapakah nabi Elia++? Apa yang menjadi pelayanan Elia pada akhir jaman ini?

Didalam Perjanjian Lama, Elia dikenal sebagai nabi yang menurunkan api dari surga sehingga ia disebut “nabi api”. Setelah menurunkan api, Elia berdoa dan hujan pun turun setelah tiga tahun dan enam bulan tidak ada hujan sehingga Elia juga disebut “nabi hujan (the rain maker)”. Pada hari-hari ini gereja harus memiliki pelayanan seperti Elia untuk membawa rekonsiliasi sehingga hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak berbalik kepada bapa-bapanya.

Untuk pelayanan ini, gereja membutuhkan “api dari surga” untuk memurnikan dan untuk membersihkan dirinya dan “hujan dari surga” supaya gereja dapat menghasilkan buah yang baik.

Hari-hari ini saya melihat Api Roh Kudus dicurahkan dengan limpahnya. Nubuatan yang terdapat dalam kitab Yoel 2:28-29 sedang digenapi atas Indonesia, dan saya percaya Indonesia akan dipenuhi oleh kemulian Tuhan. Pertanyaannya saat ini adalah apa yang dibutuhkan oleh gereja setelah menerima lawatan api kekudusan dari Roh Kudus? Yakobus menuliskan bahwa gereja memerlukan HUJAN sehingga gereja mengeluarkan buah-buah kebenarannya.

Dimanakah hujan itu berada?
>Ulangan 28:12
“Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tepai engkau sendiri tidak meminta pinjaman.”

Perhatikan kata “langit” dan “perbendaharaan-Nya” . Dalam bahasa aslinya kata yang dipakai untuk langit adalah “HASHAAMAYIM / SHAMAYIM” yang berarti surga (heaven). Sham = tempat dimana air berada, mayim = air dan api. Jadi menurut ayat di atas, surga adalah tempat penyimpanan air dan api.

Bagaimana Elia menurunkan hujan ?
>Ayat yang ke 17 mencatat bahwa “Elia bersungguh-sungguh berdoa agar hujan turun dan hujanpun turun..”. Kata kunci bagi gereja untuk menurunkan hujan adalah “sungguh-sungguh berdoa”.

Bagaimana kehidupan doa gereja anda? Apakah api doa tetap menyala-nyala dalam pelayanan anda? Ingat, salah satu pelayanan dari Roh Kudus adalah membantu kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa. (Roma 8:26).

“RumahKu akan disebut Rumah Doa bagi segala bangsa.” Melalui ayat ini maka kita beroleh pengertian bahwa panggilan untuk berdoa bukan hanya untuk orang-orang tertentu saja, tetapi panggilan sebagai pendoa adalah untuk semua orang, karena tubuh kita adalah rumahnya Tuhan (1 Korintus 6:19.

Apakah definisi dari pendoa?
A.W.Tozer dan Johanes Facius mendefinisikan pendoa melalui doa bapa kami.

  1. Pendoa adalah orang yang merindukan bapanya yang ada di surga.

  2. Pendoa adalah orang yang merindukan surga itu sendiri, karena Tuhan mengajarkan untuk berdoa seperti ini : Datanglah kerajaanMu dan jadilah kehendakMu di bumi seperti di dalam surga. Jadi waktu kita berdoa maka kerajaan Allah turun ditengah kita. Bukankah itu merupakan suatu hal yang luar biasa.

Gereja, mulailah berdoa dengan sungguh-sunguh karena “Doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya.”

Bagaimana Elia dapat membuka perbendaharaan-Nya ?
Berikut ini ada beberapa kunci untuk membuka perbendaharaan-Nya Tuhan supaya hujan itu turun.

Ulangan 11:13-14Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi Tuhan Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberi hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu.”

Perhatikan kata “mengasihi Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu. Gereja inilah kunci untuk membuka perbendaharaan-Nya yang melimpah yakni hujan pada masanya, hujan awal dan hujan akhir.

Jangan puas kalau Anda sudah menjadi anggota ataupun menjadi pelayan di gereja lokal. Panggilan Tuhan kepada kita tidak berhenti sampai kepada jemaat ataupun pelayan Tuhan, tetapi panggilan Tuhan yang tertinggi adalah panggilan sebagai “KEKASIH / MEMPELAI” .

Hukum yang pertama dan yang terutama menyingkapkan rahasia tentang panggilan Tuhan yang kudus kepada gereja-Nya. Tuhan mau supaya gereja-Nya menjadi kekasih / mempelai bagi diri-Nya, bukan menjadi budak / pelayan bagi Dia.

1 Korintus 16:22 “Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranatha”.

Apa yang terjadi bila gereja tidak mengasihi Tuhan dan beribadah dengan segenap hati kepada Tuhan? Ayat di atas menyatakan bahwa ia akan hidup di bawah kutuk sampai Maranatha.

Gereja, mengasihi Tuhan bukanlah satu pilihan antara suka atau tidak suka. Mengasihi Tuhan adalah perintah. Kepada jemaat seringkali saya tekankan bahwa “ibadah” bukan untuk kita (manusia) saja, tetapi “ibadah” adalah juga untuk Tuhan. Buat saya “ibadah” adalah kesempatan / waktu dimana sepasang kekasih bertemu untuk memadu kasih. Apa yang dilakukan oleh sepasang kekasih saat mereka memadu cinta? Sudah tentu mereka ingin menyenangkan hati pasangannya. Itulah gambaran dari ibadah. Kurang tepat kalau motifasi kita beribadah hanya oleh karena berkat, kesembuhan, kelepasan, kekuatan, penghiburan, dan lain-lain. Ingat bahwa Tuhan adalah “pribadi” yang juga memiliki “kebutuhan”. Pernahkah anda bertanya kepada Tuhan apa yang menjadi “kebutuhan” Tuhan saat anda sedang “kebutuhan”. Pernahkah anda bertanya kepada Tuhan apa yang menjadi “kebutuhan” Tuhan saat anda sedang “beribadah”?

Kasihi Tuhan dan beribadahlah dengan segenap hati maka Tuhan akan memberikan hujan pada masanya, hujan awal dan hujan akhir.

Maleakhi 3:10 “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dirumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu “tingkap-tingkap langit” dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”.

Kata tingkap-tingkap langit diambil dari kata “floodgates of heaven” yang berarti “pintu gerbang air surga”. Gereja apa yang terjadi saat anda mebawa persembahan persepuluhan kedalam rumah perbendaharaan (gereja lokal)? Tuhan berjanji untuk membukakan “pintu gerbang air surga” sehingga anda berkelimpahan.

Banyak orang bertanya mengapa kita harus memberikan persembahan persepuluhan? Gereja, perhatikan Maleakhi 1:6-7, seluruh persembahan yang dipersembahkan kepada Tuhan adalah sebagai tanda bahwa kita menghormati dan mengasihi Tuhan. Jangan pernah sekalipun termotifasi bahwa apabila kita memberikan persembahan, maka Tuhan akan mengembalikan persembahan kita tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat, bahkan seratus kali lipat ganda. Jangan pernah hitung-hitungan dengan Tuhan. Mengapa kita memberi persembahan? Kita memberi karena kita menghormati dan mengasihi. Inilah yang Tuhan ajarkan mengenai persembahan.

Satu saat setelah saya menyampaikan firman Tuhan tentang persembahan persepuluhan, datanglah seorang jemaat untuk berbicara dengan saya. Ia menyatakan ketidak setujuannya tentang firman yang baru disampaikan, pendeknya ia menentang firman mengenai persembahan persepuluhan. Jemaat ini mengajukan dua pertanyaan kepada saya. Yang pertama : “Bukankah setiap rupiah yang kita terima, kita terima dari Tuhan? dan pertanyaan yang kedua: Bukankah Tuhan yang memberi berkat kepada kita, mengapa kita harus mengembalikan persepuluhan?

Saya hanya tersenyum dan menjawab dua pertanyaan di atas dengan sebuah pertanyaan. Saya bertanya: “Apakah Anda seorang Anak Allah ? Dengan agak ragu ia menjawab “Ya.” Saya katakan bahwa “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya” dan sebagaimana seorang bapa, demikianlah anaknya (like father like son). Kalau kita memiliki bapa yang murah hati dan suka memberi, maka gereja sebagai anak-anak-Nya so pasti juga suka memberi. Mengapa kita memberi? Sederhana, karena kita adalah anak Allah.

Gereja, Elia adalah manusia biasa sama seperti kita. Kalau Elia dipakai Tuhan untuk menurunkan hujan maka saya percaya kita juga dapat dipakai Tuhan untuk menurunkan hujan supaya bumipun mengeluarkan buahnya. Tuhan segera dating dan Ia mencari buah. Tuhan Yesus memberkati.

& Komentar

  1. Jimmy Pangaribuan berkata,

    Semoga Blog Ini juga menjadi “Hujan yang Mendatangkan Berkat” bagi orang lain. Amin

  2. Alberto Manihuruk berkata,

    Mudah-mudahan saja, Kita doakan saja bersama…

Tulis sebuah Komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.