Pelayan Pendamaian

By: Pdt. R. Bambang Jonan
From: Bethanyr4.or.id
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. (Rom 12:18)
Kita semua mengakui bahwa tidak mudah untuk hidup dalam perdamaian dengan semua orang. Jangankan jemaat, bahkan hamba Tuhan sekalipun banyak yang tidak sanggup untuk melakukan ayat ini. Namun yang penting untuk kita renungkan adalah bukan masalah sanggup atau tidak, melainkan mau atau tidak Saudara dan saya hidup dalam perdamaian dengan semua orang.
Ketika saya bertanya mengenai hal ini kepada Tuhan, maka Roh Kudus membukakan suatu pengertian kepada saya, bahwa sesungguhnya “damai sejahtera” adalah salah satu buah dari Roh Kudus. Apabila kita bersedia hidup dipimpin oleh Roh Kudus, maka Roh Kudus akan memunculkan buahNya dalam kehidupan kita.
Saya berdoa agar Saudara sekalian mau memberikan diri untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus, supaya Tuhan mengaruniakan perdamaian kepada kita semua.
Apa yang terjadi bila kita menolak hidup dalam perdamaian ?
Hosea 9:7-8 : “Sudah datang hari-hari penghukuman, sudah datang hari-hari pembalasan, Israel akan mengalaminya, “Nabi adalah seorang pandir, orang yang penuh roh adalah orang gila”, oleh karena besarnya kesalahanmu dan besarnya permusuhan : Efraim, umat Allahku, sedang mengintai nabi, jerat penangkap burung ada di sepanjang jalannya, permusuhan ada di rumah Allahnya. “
Mari kita perhatikan ayat tadi. Dikatakan di sana bahwa nabi adalah seorang yang sangat mengerti pikiran dan perasaan Tuhan. Nabi selalu menyuarakan isi hatiNya Tuhan. Apa yang terjadi bila seorang nabi terlibat dalam sebuah permusuhan ? Ia akan kehilangan semua karunia yang Tuhan titipkan , bahkan firman Tuhan mengatakan ia berubah menjadi seorang yang pandir. Alkitab mencatat bahwa pada hari-hari menjelang kedatanganNya yang kedua pemusuhan akan melanda dunia ini. Bangsa akan bangkit melawan bangsa, deru peperangan akan terdengar dimana-mana, tetapi Tuhan berkehendak agar kita dapat menahan diri menghadapi roh perpecahan dan selalu berusaha hidup dalam perdamaian dengan semua orang..
Apa yang terjadi bila kita mau hidup dalam perdamaian ?
- Roma 16:20 : “Semoga Allah sumber damai sejahtera (God of peace), segera akan menghancurkan iblis di bawah kakimu.” Saudara, tahukah saudara, bahwa Allah sudah lama menanti-nantikan saatnya untuk menghancurkan iblis di bawah kaki saudara ? Berikan kesempatan kepada Tuhan untuk melakukan bagianNya, yakni menghancurkan iblis, dengan cara menempatkan hidup kita di dalam perdamaian dengan semua orang. Saat kita mau berdamai maka Allah segera akan bertindak!
- 1 Tes 5:23 : Semoga Allah damai sejahtera ( God of peace ) menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tidak becacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ayat ini diperuntukkan bagi mereka yang sangat merindukan kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya.Apakah Saudara merindukan Maranatha ? Hiduplah dalam perdamaian, maka Allah akan menguduskan, menyempurnakan roh, tubuh dan jiwa kita. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita apabila kita mau mengampuni kesalahan orang lain ( mau berdamai ) maka Bapa di Surga juga akan mengampuni dosa kita. Tetapi apabila kita tidak mau mengampuni ( tidak mau berdamai ), maka dosa kitapun tidak akan diampuni. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa penebusan jiwa seseorang selalu berdasarkan atas pengampunan dosa. Apabila kita menerima pengampunan dosa maka kita termasuk dalam bilangan orang-orang yang ditebus, jika tidak ……….?
- Ibrani 7:2 “ Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.”Di dalam Maleakhi 3:10, Tuhan pernah berjanji untuk membukakan tingkap-tingkap langit (floodgates of heaven = pintu-pintu air surga, windows of heaven= jendela-jendela surga), bagi orang yang membawa persembahan persepuluhan. Siapakah Allah yang berjanji di dalam ayat ini ? Ibrani 7:2 tersebut di atas menyingkapkan identitas dari nama atau pribadi Allah yang memberkati kita di dalam Maleakhi 3:10, yakni The God of Peace.Jadi apabila kita membawa persembahan persepuluhan, namun melupakan perdamaian itu sendiri, maka seluruh kelimpahan berkat yang dijanjikan Allah bagi kita itu ( “…Aku akan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”) tidak akan dapat kita nikmati.
- Ibrani 10:19-20 ,” Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri,”. Di dalam Perjanjian Lama hanya Imam Besar Agung yang diperbolehkan masuk ke dalam tempat maha kudus, sedangkan orang awam dilarang. Pada waktu itu tidak seorangpun dari antara umat Tuhan yang dapat berkomunikasi langsung dengan Bapa yang ada di surga, melainkan harus melalui seorang perantara yaitu Imam Besar Agung. Dialah yang akan masuk ke dalam tempat maha kudus pada hari Raya Pendamaian, untuk membawa doa-doa umat ke hadapan Tuhan, sedangkan umat hanya diperkenankan untuk masuk sampai di pelataran bait Allah saja. Pasca kematian Tuhan Yesus, tirai dalam bait Allah yang memisahkan antara ruang kudus dengan ruang maha kudus terbelah menjadi dua, sehingga kedua ruangan itu menjadi satu. Jadi sekarang para imam yang melayani di ruang kudus dapat melihat segala sesuatu yang terdapat dalam ruang maha kudus, dimana hal ini merupakan sesuatu yang dilarang sebelumnya. Lalu siapa yang dimaksudkan dengan para imam ? Dalam surat I Petrus 2:9 dijelaskan bahwa kita ini adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani . Setiap orang yang percaya kepada Kristus disebut sebagai imam-imam bagi Allah. Kematian Kristus di atas kayu salib telah membuka jalan bagi imam-imam Allah tersebut untuk dapat masuk langsung ke ruang maha kudus. Sehingga kita tidak lagi membutuhkan seorang perantara untuk dapat mencapai ruang maha kudus, seperti yang terjadi dalam Perjanjian Lama.Kematian Kristus di kayu salib berbicara mengenai pendamaian. Kiranya Kristus, Raja Damai itu, memberikan kekuatan dan kesanggupan kepada kita semua, untuk dapat hidup di dalam perdamaian dengan semua orang.
Tuhan Yesus memberkati Saudara sekalian. Amin.

